Testimony:
A Parenting Journey

free css templates
Mobirise

Seandainya anak lahir disertai dengan buku manual, tentu saja parenting tidak akan terasa se-challenging ini.

Kami telah menikah selama 10 tahun dan dikarunai dua orang putri berusia 9 dan 5 tahun dimana kami sekeluarga tinggal di Singapura sejak 1.5 tahun terakhir. Kami berdua dilahirkan dalam keluarga non-Kristen yang sangat berfokus kepada pencapaian akademis dan materi. Hal ini tentunya membuat kami memiliki nilai yang sama pada saat mendidik anak di awal-awal perjalanan parenting kami. Kami ingat bagaimana saat kami di Indonesia, saat anak pertama kami berusia 1 tahun, kami mencarikan sekolah yang sangat mengedepankan kemampuan akademis. Tagline seperti “maximize their golden age” dan “stimulus kemampuan otak anak” sangat menarik bagi kami.

Namun dengan berjalannya waktu kami menyadari bahwa hal tersebut bukanlah cara yang benar dalam membangun sebuah keluarga Kristen. Apa bedanya kami dengan keluarga non-Kristen? Nilai Kristen apa yang harus kami wariskan bagi anak-anak kami? 

Puji Tuhan! Kurang lebih 1 tahun kemudian, ada seorang rekan di gereja kami yang mengajak untuk ikut di dalam komunitas pembinaan keluarga Kristen, dan melalui komunitas inilah Tuhan merombak fondasi keluarga kami. Pemahaman lama kami mengenai kesuksesan akademis dan materi digantikan dengan kebenaran Allah yaitu bagaimana kami mewariskan iman Kristen yang benar kepada setiap anak-anak (1) mengenal Allah (2) takut akan Allah (3) memperkenalkan Allah kepada orang lain dan (4) hidup bagi Allah. Dan ini bukanlah tugas guru sekolah minggu atau Hamba Tuhan tapi ini adalah tugas utama kami sebagai orang tua seperti dituliskan di dalam Ulangan 6. 

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ulangan 6:6-9)

Kami belajar banyak hal mengenai parenting, bagaimana membentuk hati anak, bagaimana mendisiplin anak, bagaimana mengajarkan mereka moral Kristen, bagaimana….., intinya adalah bagaimana mengubah anak kami menjadi sesuai yang Tuhan mau. Ternyata dengan menyadari dasar dari parenting ini, tidak membuat jalan di depannya menjadi mudah. Anak kami tidak berubah menjadi lebih sopan, mereka tidak menjadi lebih taat, mereka tetap melakukan kesalahan yang disengaja dan ini membuat kami frustrasi. Akhirnya kami merasa lelah sendiri, kadang kami merasa kalau kami mungkin belum melakukan semua “panduan manual” dengan benar, atau bahkan kami justru menyalahkan anak kami dan kondisi sekitar yang tidak mendukung.

Pada suatu titik, kami menyadari bahwa parenting ini bukanlah tentang bagaimana kami berusaha mengubah anak kami namun justru malah kami yang dituntut untuk introspeksi diri terlebih dahulu. Sebelum mengajarkan anak untuk sabar, apakah kami sudah sabar? Sebelum mengajarkan mereka untuk rajin saat teduh, apakah kami punya waktu pribadi dengan Tuhan? Bagaimana relasi kami secara pribadi dengan Tuhan? Seberapa dekat kami mengenal Tuhan yang akan kami perkenalkan kepada mereka? Semua pertanyaan dan refleksi ini muncul dalam diri kami sebagai orang tua. Dan lewat hal inilah justru Tuhan ingin mentransformasikan diri kami terlebih dahulu agar menjadi pribadi yang layak dipakai-Nya untuk menjadi teladan iman bagi anak kami.

Ups and downs menjadi ritme di dalam perjalanan parenting kami selama 9 tahun ini. Ada saatnya dimana anak kami bertengkar satu sama lain, salah satu anak kami masih keras kepala saat diberi tahu, si bungsu yang masih suka rewel, dan bahkan kami sebagai orang tua juga masih sering gagal menjadi teladan bagi mereka. Namun kekuatan Tuhan selalu ada! Ia bekerja lewat pertumbuhan-pertumbuhan kecil baik di dalam iman maupun karakter anak-anak kami. Kami teringat tentang suatu kejadian saat anak sulung kami membelikan buku mewarnai sebagai kejutan untuk menghibur adiknya yang sedang sakit panas, ataupun kejadian saat anak bungsu kami berinisiatif mendoakan kakek neneknya supaya bisa percaya kepada Tuhan Yesus. Ada juga saat dimana anak kami mau memberi uang koin miliknya kepada orang tua yang menjual tissue di dekat MRT station, dan juga pada saat kedua anak kami berpelukan dan berkata “she is my best friend forever and ever”. Hal-hal seperti inilah yang menjadi "booster energy" bagi kami untuk terus berjuang menjalankan peran kami sebagai orang tua dengan setia.

Perjalanan parenting kami masih panjang namun kami yakin Tuhan-lah yang mengijinkan setiap tinta kehidupan tertulis di dalam buku hati anak-anak kami. Hanya dengan anugerah-Nya kami mampu menjalani jejak-jejak iman Kristus bersama, baik saat suka maupun duka, sampai mereka menemukan panggilan Tuhan di dalam hidupnya dan meneruskan iman kepercayaan ini kepada anak-anak mereka sampai generasi mendatang.

Mobirise

Sungguh merupakan sebuah anugerah bagi setiap orang tua, saat kita dipercayakan untuk merawat taman kehidupan yang Allah titipkan bagi kita. Hingga akhirnya taman itu menjadi sebuah taman yang indah, penuh dengan bunga dan wangi semerbak, yang mengundang banyak orang untuk melihat dan menikmatinya. Dan itulah gambaran anak-anak kita tercinta, kiranya karya Allah dapat dinyatakan lewat kehidupan mereka saat ini dan bahkan saat mereka dewasa nanti. Mari kita terus berjuang dengan sepenuh hati menjalankan peran yang Ia percayakan. Tuhan memberkati!

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! (Mazmur 128:1-6) 

RECENT NEWS

Info Persembahan

CONTACT

SEKRETARIAT GKY SINGAPORE
Fortune Centre
190 Middle Rd #12-01A
Singapore 188979
(+65) 97610900
info@gkysingapore.org