website maker

Testimony: God is Good

(A Cancer Survivor's Story)

Mobirise

Kesaksian Kebaikan Tuhan

Halo, perkenalkan saya Laura Yuriani, 37 tahun. Saya adalah istri dan ibu dari seorang anak berusia 6 tahun. Saat ini saya sedang dalam pengobatan melawan kanker payudara stadium 2A.

Pada suatu hari di Maret 2020, saya merasakan adanya sengatan ringan di payudara kiri yang muncul hilang. Ketika saya periksa, terasa ada benjolan (lump) di dalam payudara yang besarnya kira-kira 2cm.

Mama saya meninggal karena kanker payudara ketika saya masih berusia 8 tahun. Sehingga saya suka khawatir jika ada sesuatu yang aneh di payudara saya. Jadi, saya selalu melakukan general checkup (termasuk ultrasound payudara) setiap 2 sampai 3 tahun.

Setelah menemukan lump itu, saya pergi ke dokter untuk melakukan ultrasound, mammogram dan sampai di biopsi. Dari hasil ultrasound dan mammogram, terlihat ada yang mencurigakan. Sehingga dokter menyarankan untuk dibiopsi untuk memastikan apakah benjolan itu kanker atau bukan. Dan akhirnya hasilnya dinyatakan positif kanker.

Sewaktu dokter memvonis bahwa itu adalah kanker, saya langsung menangis di klinik dokter. Ada banyak hal yang muncul di pikiranku, salah satunya: “Jadi gini Tuhan aku matinya?” “Kaya mama dulu? Berjuang melawan cancer pake pengobatan-pengobatan yang menyiksa badan terus akhirnya mati juga setelah 3 tahun?” Sempat juga terpikir: “Aku udah kebanyakan dosa ya Tuhan? Jadi Tuhan mau hukum.

Bohong namanya kalau saya tidak pernah ngalamin masa-masa down sejak dari awal di diagnosa kanker sampai sekarang menjalani perawatan demi perawatan. Tetapi bohong juga namanya kalau saya bilang tidak mengalami penyertaan Tuhan yang justru semakin terasa ketika melawan kanker ini.  

Mobirise

Banyak sekali kebaikan Tuhan yang saya alami dan saya yakin itu bukanlah kebetulan. Beberapa diantaranya adalah:

Pertama, Saya pertama kali didiagnosa kanker di private hospital, setelah melakukan financial counselling, saya dan suami ragu apakah sanggup membayar semua biaya treatment di sini. Asuransi yang saya miliki tidak meng-cover penyakit apapun juga yang terkait dengan payudara (karena alasan family history). Jadi kami harus mencari second option ke government hospital National Cancer Center (NCC) untuk mendapatkan subsidi pemerintah. Ketika pindah ke NCC, saya diperiksa ulang dan ternyata ketahuan ada 1 lymph node di ketiak kiri yang terkena kanker juga. Jika ini bukan Tuhan yang atur, mungkin saja kanker di lymph node itu tidak ketahuan dan akhirnya menyebar. Puji Tuhan, ini terlacak ketika di NCC.

Kedua, Sepupu saya mempunyai kenalan seorang breast surgeon di NCC. Si dokter baik ini langsung menolong agar saya bisa mendapatkan penangangan segera. Padahal biasanya pengobatan di government hospital harus menunggu berminggu-minggu. Dokter ini juga refer saya ke head of breast surgeon di NCC. Padahal biasanya jika mau request ditangani oleh dokter tertentu, RS akan mengenakan biaya seharga rumah sakit swasta, tetapi puji Tuhan, kali ini tidak perlu.

Ketiga, Tahun lalu, keluarga kami (saya, suami dan anak) resmi menjadi warga negara Singapura. Awalnya, kami pindah kewarganegaraan hanya supaya anak kami bisa mendapatkan prioritas ketika sekolah dan juga bisa mendapatkan subsidi untuk sekolah. Karena suami saya sudah bekerja disini dan juga mempunyai rumah disini, kami memutuskan untuk ganti warga negara.

Ketika berobat sekarang ini, saya yang baru saja menjadi WN Singapura mendapatkan bantuan yang amat sangat besar dari pemerintah. Kembali lagi, ini tidak mungkin kebetulan. Ini adalah rencana Tuhan dan Dia atur sedemikian rupa sehingga bantuan itu selalu tepat waktu datangnya.

Keempat, Ketika saya dirawat di RS setelah operasi, saya tidak boleh dijenguk sama sekali oleh siapapun (bahkan suami pun tidak) karena waktu itu Singapura sedang memasuki periode circuit breaker akibat pandemi COVID-19. Tetapi Tuhan memberikan sesama pasien breast cancer di ward menjadi teman-teman baik saya sampai sekarang. Kami saling mendoakan, saling kontak dan saling menguatkan. Tuhan juga memberikan keluarga dan teman-teman yang terus mendukung dan mendoakan.

Mobirise



Saya benar-benar merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Bagaimana mungkin saya tidak bersyukur? Banyak yang bertanya “Laura, kok kamu udah begini, masih bisa terlihat ceria?” Jawabannya cuma satu, itu semua karena Tuhan ☺

Fokus kepada kebaikan Tuhan, membuat saya tidak melihat “kesialan-kesialan saya” sebagai hukuman. Tetapi itu semua adalah alat yang Tuhan mau pakai supaya saya semakin mengandalkan-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dan supaya saya bisa dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain. Ini doa saya, supaya pengalaman saya ini Tuhan boleh pakai sebagai alat untuk membantu orang lain, apapun itu caranya. Amin.

Tuhan memberkati ☺ 

RECENT NEWS

Info Persembahan

CONTACT

SEKRETARIAT GKY SINGAPORE
Fortune Centre
190 Middle Rd #12-01A
Singapore 188979
(+65) 97610900
info@gkysingapore.org